Assalamu'alaikum Wr Wb.
Salam Sejahtera,
Radio Swadesi 1079 FM, merasa bergembira mempunyai rumah singgah baru disini, dimana tempat ini menjadikan media bagi kami dan anda yang menginginkan komunikasi.
kami hanyalah sesosok mahkluk kecil, yang kadang tidak dihiraukan sama sekali oleh siapapun. tidak seperti radio swasta yang punya output power gede. belum lagi acara acara serta lagu tembangnya dan juga penyiar penyiarnya yang top.
Swadesi 107.9 FM, yang ada di Dusun Demangan, Jambidan, Banguntapan, Bantul. Yogyakarta 55195, telepon ( 0274 ) 699-1079. serta SMS di : 081772-1079. hanya mempunyai harapan, semoga kamipun bisa bermanfaat bagi rakyat. Dan kecil pula kebanggaan kami ketika, radio Swadesi bisa sebagi media ekspresi bagi para Ustadz, didalam memberikan siraman Rokhaninya setiap jam 5 sore. atau juga bagi seniman lokal dalam berekspresi " Mocopat " sandiowara radio, atau Kethoprak.
Kami memanfaatkan barang barang bekas. dan kami masih menerima uluran sumbangan dari para dermawan. baik berupa barang ataupun uang. kami akan pertanggungjawabkan semuanya. sebab bagi kami tidak mungkin untk mengajak komunitas kami " IURAN:":. karena mereka juga masih susah, Rumah mereka juga belum layak sehat. rekonstruksi Pasca Gemp[a 27 Mei 2006, merupakan banyak masalah. kesehatan, pendidikan, sosial, moral dan juga indikasi pemotongan DaKon ( Dana Rekonstruksi ). merskipun sudah adanya program Rekonsiliasi, tetapi hal itu belumlah cukup untuk mengobati luka hati mereka.
bisakah keserakahan, korupsi atau kebatilan ditutup dengan Rp. 1 Juta per RT ?
semoga Radio Swadesi 107.9 FM, konco prihatin, lahir batin mampu menemani. meskipun hanya sebagai teman saja. karena Radio Swadesi. hanyalah kecil. dan tak punya kekuasaan apa apa. tidak seperti Ketua RT, Dukuh, Lurah, yang kadang Arogansinya ditolelir oleh semua pihak. dan kebobrokan moralnya dapat tertutupi oleh tindakan sok baik-nya.
dengan kata lain istilah " Asu Gedhe, Menang Kerahe ", benar benar nyata. tetapi itu hanya sementara. Ingat.!, rezim Soeharto bagaimana 32 tahun..dan akhirnya harus turun tahta Tragis. Lengser begitu saja.........
Dengan demikian percayalah, bahwa suatu saat Orang orang atau para penguasa itu akan memanen hasilnya. Hukum Karma tetap berlaku. Kita adalah orang orang teraniaya........................
Wallohu'alam........................
Wassalam Wr Wb.
salam sejahtera..............
Salam Sejahtera,
Radio Swadesi 1079 FM, merasa bergembira mempunyai rumah singgah baru disini, dimana tempat ini menjadikan media bagi kami dan anda yang menginginkan komunikasi.
kami hanyalah sesosok mahkluk kecil, yang kadang tidak dihiraukan sama sekali oleh siapapun. tidak seperti radio swasta yang punya output power gede. belum lagi acara acara serta lagu tembangnya dan juga penyiar penyiarnya yang top.
Swadesi 107.9 FM, yang ada di Dusun Demangan, Jambidan, Banguntapan, Bantul. Yogyakarta 55195, telepon ( 0274 ) 699-1079. serta SMS di : 081772-1079. hanya mempunyai harapan, semoga kamipun bisa bermanfaat bagi rakyat. Dan kecil pula kebanggaan kami ketika, radio Swadesi bisa sebagi media ekspresi bagi para Ustadz, didalam memberikan siraman Rokhaninya setiap jam 5 sore. atau juga bagi seniman lokal dalam berekspresi " Mocopat " sandiowara radio, atau Kethoprak.
Kami memanfaatkan barang barang bekas. dan kami masih menerima uluran sumbangan dari para dermawan. baik berupa barang ataupun uang. kami akan pertanggungjawabkan semuanya. sebab bagi kami tidak mungkin untk mengajak komunitas kami " IURAN:":. karena mereka juga masih susah, Rumah mereka juga belum layak sehat. rekonstruksi Pasca Gemp[a 27 Mei 2006, merupakan banyak masalah. kesehatan, pendidikan, sosial, moral dan juga indikasi pemotongan DaKon ( Dana Rekonstruksi ). merskipun sudah adanya program Rekonsiliasi, tetapi hal itu belumlah cukup untuk mengobati luka hati mereka.
bisakah keserakahan, korupsi atau kebatilan ditutup dengan Rp. 1 Juta per RT ?
semoga Radio Swadesi 107.9 FM, konco prihatin, lahir batin mampu menemani. meskipun hanya sebagai teman saja. karena Radio Swadesi. hanyalah kecil. dan tak punya kekuasaan apa apa. tidak seperti Ketua RT, Dukuh, Lurah, yang kadang Arogansinya ditolelir oleh semua pihak. dan kebobrokan moralnya dapat tertutupi oleh tindakan sok baik-nya.
dengan kata lain istilah " Asu Gedhe, Menang Kerahe ", benar benar nyata. tetapi itu hanya sementara. Ingat.!, rezim Soeharto bagaimana 32 tahun..dan akhirnya harus turun tahta Tragis. Lengser begitu saja.........
Dengan demikian percayalah, bahwa suatu saat Orang orang atau para penguasa itu akan memanen hasilnya. Hukum Karma tetap berlaku. Kita adalah orang orang teraniaya........................
Wallohu'alam........................
Wassalam Wr Wb.
salam sejahtera..............